eSIM untuk umrah: tetap online di Makkah dan Madinah
Kenapa kamu butuh internet selama umrah, jaringan apa yang dipakai di Arab Saudi, berapa kuota yang dibutuhkan, dan cara pasang eSIM sebelum berangkat.
Selama umrah, HP bukan barang mewah. Di dalamnya ada izin ibadah, detail hotel, grup WhatsApp rombongan, dan peta untuk kembali ke hotel setelah salat. Punya internet sejak mendarat di Jeddah atau Madinah membuat seluruh perjalanan lebih tenang, untukmu dan untuk keluarga yang menunggu kabar di rumah.
Panduan ini menjelaskan cara mendapatkannya dengan eSIM, tanpa biaya roaming dan tanpa antre membeli kartu lokal.
Kenapa internet penting selama umrah
- Aplikasi Nusuk. Aplikasi resmi Arab Saudi untuk jemaah, dipakai untuk izin seperti memesan jadwal ke Raudhah di Masjid Nabawi. Kamu perlu aplikasi ini berjalan di HP, bukan hanya di Wi-Fi hotel.
- Tetap bersama rombongan. Di tengah keramaian sekitar Masjidil Haram, mudah sekali terpisah. Berbagi lokasi langsung di WhatsApp sering jadi cara tercepat untuk bertemu lagi.
- Kembali ke hotel. Hotel, pintu masjid, dan titik kumpul jauh lebih mudah ditemukan dengan peta daripada mengandalkan ingatan, apalagi malam hari.
- Mengabari keluarga. Telepon dan video call WhatsApp berjalan lewat internet, jadi kamu bisa menelepon ke rumah tanpa biaya telepon internasional.
Pilihan internet di Arab Saudi
Roaming dengan kartu SIM Indonesia. Langsung aktif begitu mendarat, tetapi paket roaming ke Arab Saudi dari banyak operator cukup mahal, dan perjalanan panjang membuat biayanya cepat menumpuk. Cek tarif operatormu sebelum berangkat.
Kartu SIM lokal Saudi. Tersedia di bandara, tetapi pembeliannya wajib registrasi identitas, yang biasanya berarti antre setelah penerbangan panjang.
eSIM perjalanan. Kamu beli dan pasang di rumah. Saat mendarat, pindahkan data ke eSIM dan kamu langsung online, sementara kartu SIM biasa tetap di HP untuk telepon dan SMS dari Indonesia.
Jaringan yang dipakai
Arab Saudi punya tiga jaringan seluler utama: STC, Mobily, dan Zain. Paket Wigoo untuk Arab Saudi memakai jaringan STC dengan 5G, jaringan terbesar di negara itu, dengan sinyal kuat di Makkah dan Madinah.
Pada masa paling ramai, terutama musim haji dan sepuluh malam terakhir Ramadan, semua jaringan di dua kota suci melayani jumlah orang yang sangat besar dan bisa lebih lambat dari biasanya. Sebaiknya unduh dulu yang kamu perlukan, seperti peta offline dan dokumen, sebelum tiba.
Berapa kuota yang dibutuhkan?
- Chat, peta, dan aplikasi Nusuk: beberapa ratus megabyte per minggu sering sudah cukup, dan 3 sampai 5 GB nyaman untuk umrah biasa.
- Video call setiap hari dan kirim foto: siapkan 10 GB atau lebih untuk dua minggu.
- Pemakaian berat: kalau kamu streaming atau video call lama setiap hari, paket harian unlimited adalah pilihan paling praktis.
Kalau kuota habis, kamu bisa isi ulang eSIM yang sama dari aplikasi Wigoo.
Persiapan sebelum berangkat
- Pastikan HP mendukung eSIM. Ketik *#06#: jika muncul baris EID, HP kamu mendukung. HP juga harus tidak terkunci.
- Beli paket Arab Saudi sebelum berangkat.
- Pasang di rumah dengan Wi-Fi. Pemasangan membutuhkan koneksi internet.
- Saat mendarat, pilih eSIM sebagai jalur data seluler dan aktifkan roaming data untuknya. Biarkan roaming data mati di kartu SIM biasa.
Jawaban singkat
Apakah WhatsApp tetap jalan?
Ya. WhatsApp terhubung ke nomormu, bukan ke kartu SIM yang memberi internet, jadi chat dan grupmu tetap seperti biasa.
Apakah SMS kode dari bank tetap masuk?
Ya. Kartu SIM biasa tetap aktif di samping eSIM, jadi SMS ke nomormu tetap masuk. Operatormu mungkin mengenakan biaya roaming di jalur itu, jadi matikan data di sana.
Apakah bisa dipakai di Jeddah dan di perjalanan antar kota?
Bisa, paketnya mencakup seluruh Arab Saudi. Sinyal di jalan utama bagus, meski bisa melemah di beberapa bagian gurun yang terbuka.